Arsip untuk film komedi indonesia kategori

Otomatis romantis

Posted in film komedi indonesia on Mei 3, 2008 by hinnata
OTOMATIS ROMANTIS

Sebuah film drama komedi mengenai dua anak muda dalam proses pencarian sebuah cinta sejati.

Nadia (Marsha Timothy), seorang wanita muda, cantik, dan sukses sebagai jurnalis di sebuah majalah wanita, selalu merasa dirinya tidak mampu menemukan pasangan yang ideal. Sangat ironis mengingat ia terkenal sebagai pakar dalam urusan percintaan dan memberikan tips jitu dalam mencari pasangan ideal di majalah tempat ia bekerja.

Tak disangka, seorang Bambang (Tora Sudiro), pria desa yang lugu, bersahaja, yang bekerja sebagai karyawan admistrasi dan selalu tulus dalam melakukan segala hal inilah yang dapat menyentuh hatinya. Sayangnya, rasa gengsi Nadia yang cukup besar tak mampu mendorong wanita cantik ini mengungkapkan isi hatinya kepada karyawan yang selalu menganggap dirinya seorang atasan yang harus dihormati. Ternyata, gelagat ini tercium oleh Nabila (Wulan Guritno), kakak Nadia yang sepenuhnya mendukung perasaan sang adik. Namun, kekhawatiran Nadia akan sikap Bambang yang nantinya akan mengikuti jejak Dave (Tukul Arwana), suami Nabila, yang dulunya juga pria lugu dan ndeso yang mendadak berubah total menjadi pria tengil dan genit setelah kaya dan sukses, benar-benar mengganggunya.

Saat Nadia tak sanggup lagi membohongi perasaannya dan nekat menyatakan cintanya pada Bambang, tanpa diduga pria lugu ini malah mengungkapkan keinginannya untuk menikahi kekasih Trisno (Dwi Sasono), kakak Bambang, yang ditinggal hamil oleh sang kakak yang tak bertanggung jawab. Akankah keinginan tulus Bambang ini akan mengakhiri rasa cinta Nadia pada pria yang dicintainya ini?

Drop out

Posted in film komedi indonesia on Mei 3, 2008 by hinnata
Jemi (Ben Joshua, Cinta Pertama) adalah seorang “mahasiswa abadi” yang sudah berada di posisi genting: kalau semester ini ia tidak berhasil lulus, ia akan didepak dari kampusnya, alias di-drop out. Teman-teman gaulnya juga nggak banyak menolong – Si Germo (Dwi Sasono, Otomatis Romantis) yang hobinya mencuri apa aja (mulai dari celana dalam sampai mobil), Si Ketek (Ferry Gustian) yang nafsunya segede dosa, dan Si Banci (Dimas Aditya, Kawin Kontrak) yang nggak pernah jelas sukanya sama apaan

Muncul Lea (Titi Kamal, Mendadak Dangdut), dosen muda yang pintar tapi kolotnya minta ampun. Simbiosis mutualisme pun terjadi antara Lea dan Jemi. Lea memberikan pelajaran intensif supaya Jemi bisa lulus, Jemi pun memberi “mata kuliah ekstra” pada Lea agar Lea lebih mengerti kenapa lelaki dan perempuan diciptakan berpasang-pasangan

“Kerja sama” ini berbuntut ke cinta serius yang tumbuh di antara mereka. Sayangnya, dosen senior bernama Doktor M. (Dr. Boyke) yang tengah mengalami krisis paruh baya ternyata jatuh cinta juga pada Lea. Jemi pun ditawari “kerja sama” yang lain, Doktor M menjamin kelulusan Jemi, asal Jemi menjamin Lea bisa menjadi istri muda Doktor M

Tibalah Jemi pada dilema paling penting dalam hidup seorang cowok: cinta atau lulus?

Quickie express

Posted in film komedi indonesia on Mei 3, 2008 by hinnata
QUICKIE EXPRESS

Jojo (Tora Sudiro), seorang anak muda yang selalu bergonta-ganti pekerjaan di Jakarta. Ia sadar bahwa dirinya bodoh dan tak berarti. Namun Jojo tidak pernah lelah berusaha untuk memulai dari nol, sampai akhirnya ia terpuruk menajdi pegawai di tempat tambal ban. Disinilah Jojo bertemu dengan seorang lelaki tua kaya raya yang menawarkan pekerjaan di perusahaan “layanan escort” miliknya

Untuk menghindari serangan protes dari kelompok religius di Jakarta, lelaki ini menjalankan bisnisnya dengan kedok pizza delivery service bernama Quickei Express

Jojo bergabung bersama dua orang teman yang juga “anak baru” di Quickie Express, yaitu Marley (Amink) dan Piktor (Lukman Sardi). Dengan tampang dan keunikan mereka, tak lama kemudian mereka langsung menduduki posisi tinggi di perusahaan “escort” ini. Hidup mereka jauh lebih baik dan ternyata mereka menikmati pekerjaan mudah dan berkelas ini yang juga menghasilkan cukup banyak uang

Namun, kebehagiaan mereka justru terusik saat Jojo bertemu dengan seorang gadis mahasiswi kedokteran dan jatuh cinta padanya, dan menemukan hubungan antara sang gadis dengan salah satu tante pelanggan dan mafia Jan Pieter Gunarto

Quickie Express adalah sebuah film dark comedy yang penuh sindiran, bagaikan menggigit sepotong pizza yang terlihat lezat, tetapi ternyata alot bagaikan ban karet